SEBILAH PEDANG BAMBU DAN KAIN PERCA PENGIKAT KEPALA

Dengan sebilah pedang bambu dan kain perca pengikat kepala, saya merasa begitu keren untuk ajakan bertarung ketika itu. Musuh saya yang bertameng triplek juga tak kalah keren. Senjatanya mautnya; seutas cambuk pelepah pisang kering yang sudah berkali-kali dilecut-lecutkannya ke udara. Hanya sedikit basa-basi, sepertinya pertarungan harus segera dimulai. Maka kami pun saling serang, saling elak. Sebuah pertempuran tengah terjadi–berjibaku dalam fantasi sebuah sekuel sandiwara radio.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.